Sebuah Pengantar

Diterjemahkan dan disarikan dari “Palestine 101” oleh DecolonizePalestine.com dan One Hundred Years’ War on Palestine oleh Rashid Khalidi, dengan beberapa sumber tambahan.
Sejarah Palestina panjang dan luas. Pertama kali didokumentasikan dalam prasasti Mesir kuno sebagai Peleset lebih dari 3000 tahun yang lalu, negeri yang terletak antara Laut Tengah dan Sungai Yordan itu telah memiliki banyak arti bagi banyak orang yang berbeda.
Selama berabad-abad, Palestina telah menjadi rumah bagi puluhan budaya, kerajaan, dan kekaisaran. Dari Asyur dan Nabatea, hingga Persia dan Romawi, dan masih banyak lagi—yang masing-masing memengaruhi dan dipengaruhi oleh perpaduan budaya dan peradaban yang kaya yang mendefinisikan wilayah tersebut. Pengaruh kuno ini masih dapat dirasakan hingga saat ini dalam idiom, kosakata, dan toponimi yang digunakan oleh penduduk asli Palestina. Bahkan praktik pertanian Palestina dapat ditelusuri kembali ke Natufia, salah satu bangsa yang diakui sebagai pelopor pertanian, yang menyebut Palestina dan wilayah bulan sabit subur sebagai rumah mereka, sejak 9.000 SM.
Sebelum kita melanjutkan, penting untuk menekankan bahwa ketika kita berbicara tentang Palestina, kita tidak berbicara tentang negara-bangsa Palestina. Selama sebagian besar sejarah, konsep negara-bangsa tidak ada. Saat ini, negara-bangsa ada di mana-mana sehingga banyak orang menganggapnya sebagai sesuatu yang alami. Ini tidak benar, dan kita harus sangat berhati-hati dalam memaksakan konsepsi modern pada konteks yang tidak masuk akal. Misalnya, dorongan untuk membayangkan nenek moyang kita sebagai kelompok homogen yang tertutup, terdefinisi dengan baik, dan tidak berubah, serta memiliki kepemilikan eksklusif atas wilayah yang sesuai dengan batas-batas zaman modern, tidak memiliki dasar dalam sejarah. Sayangnya, mitos itu adalah menjadi dasar dari banyak ideologi etnonasionalis reaksioner.
Seperti di tempat-tempat lain, selama ribuan tahun banyak kerajaan bangkit dan runtuh, agama-agama didirikan, perang suci dan tidak suci dikobarkan, dan orang-orang hidup, bercampur, pindah, dan binasa. Dengan kata lain, sejarah terjadi.
Pengantar ini tidak bertujuan untuk menyelidiki hal-hal kecil dari sejarah Palestina. Sebaliknya, tujuan dari pengantar ini adalah menggambarkan konteks politik yang mengarah pada masalah Palestina modern.
Kami anjurkan membacanya berurutan dari bagian 1 sampai 5.
- Zaman Ottoman hingga Mandat Inggris
- Partisi Palestina, Pengusiran Etnis, dan Nakba
- Perang Enam Hari 1967 hingga Perang 1982
- Dua Intifada dan Solusi Dua Negara
- Palestina Saat Ini
