Karya Ghassan Zaqtan
Terjemahan bahasa Indonesia oleh Eliza Vitri Handayani
Dari terjemahan bahasa Inggris Samuel Wilder

Sekarang kamu sendirian
kata dinding yang hadir saat malam,
tak ada lagi yang mengetuk pintu
tak ada lagi yang menepuk bahu,
jalan yang menuju cita-citamu
hancur, terbelah
bagai mayat di lahan yang gersang.
Jalur yang dulu kauseberangi
tanpa takut
untuk bertemu saudara dan tetangga
saat musim sedang tandus,
saat hidup sedang kering dan sulit,
kini tersumbat batu,
harapan terputus, dan niat yang kelam.
Jembatan yang bersinar
dalam kenangan ayah-ayahmu
jatuh dalam wadi yang mengering dulu sekali.
Jangan harap ada yang datang dari sana sekarang.
Tapi semua tahu kamu akan bangkit.
Waktunya sudah sirna
saat debu dari jauh
menandakan kedatangan dan kepergian,
saudara-saudara di jalan,
atau surat dari keluarga.
Debu yang kaulihat sekarang
adalah kehancuran rumah-rumahmu
Dan rumah-rumah keluargamu di sana.
Asap di balik bukit
bukanlah caravan
atau orang-orang dalam perjalanan pulang,
tapi ladang-ladang pamanmu
yang dibakar
dan kebun-kebun yang dulu kaukunjungi dengan riang.
Tak ada mimpi yang tumbuh
dalam jambangan yang kau kumpulkan dan simpan.
Tapi semua tahu kamu akan bangkit.
Kamu tak punya saudara lagi,
hanya gurun ini yang tersisa,
tempat kau dihempaskan,
gurun yang disirami ketabahanmu,
yang meluas
dalam kesunyianmu.
Dinding datang membawa masa lalu,
dinding di tempat yang dulunya jalan.
Dinding merembes melalui ruangan dan jendela,
memasuki kamar membawa jeritan
yang dilemparnya ke tempat tidur dan kasur,
ke kafan anak-anak:
‘semua saudaramu sudah mati’
‘sekarang kamu sendiri’
Tapi semua tahu kamu akan bangkit.

Ghassan Zaqtan adalah seorang penyair, novelis, dan editor Palestina yang lahir di Betlehem dan pernah tinggal di Yordania, Suriah, Lebanon, dan Tunisia. Ia adalah penulis sejumlah kumpulan puisi, sebuah novel, dan sebuah drama. Kumpulan puisinya, Like a Straw Bird It Follows Me (Yale University Press), yang diterjemahkan oleh Fady Joudah, dianugerahi Penghargaan Puisi Griffin 2013. Ia dinominasikan untuk Penghargaan Sastra Internasional Neustadt 2014 dan 2016.
Samuel Wilder adalah seorang penerjemah sastra Arab, penulis, dan mahasiswa puisi komparatif. Ia telah menerjemahkan tiga buku karya Ghassan Zaqtan.
Eliza Vitri Handayani adalah penulis, artivis, dan penerjemah.