Karya Heba Al-Agha
Terjemahan bahasa Indonesia oleh Eliza Vitri Handayani
Dari terjemahan bahasa Inggris Julia Choucair Vizoso

Bagaimana puisiku bisa bebas musim gugur ini
sementara kenangan tak bisa melepaskan patah hati,
bagaimana aku bisa memeriksa mawar di balkon
yang belum kusiram selama setahun,
pakaian kotor di mesin cuci, yang belum dicuci
dan belum dijemur.
Bagaimana aku bisa ambil foto-foto baru
di jalanku yang dipagari pepohonan
sementara seseorang menyarankan aku ambil foto di sini saja,
tempatnya menjadi martir.
Bagaimana ia akan menatapku, pohon Poinciana
yang menaungi tempat pangkas rambut di sebelah
yang sekarang merindukan anak-anak
dalam perjalanan ke sekolah
dan ibu-ibu yang mengomeli mereka
supaya merapikan rambut mereka yang kusut,
seraya dia bertanya kepadaku:
Kok kamu lama sekali!
Bagaimana puisiku bisa bebas di musim gugur,
saat waktunya tiba untuk melepaskan
kelelahan musim panas, untuk merencanakan
tamasya perahu, sarapan di Marina
atau suatu tempat baru yang Gaza ciptakan,
berjalan pagi untuk mengopi,
memanjakan diri dengan croissant dari Mazaj.
Bagaimana puisiku bisa bebas sementara aku menunggu
hari Sabtu, waktu istirahat yang panjang,
pangkuan ibuku untuk merebahkan diri,
kunjungan ke perkebunan kita
tempatku berjalan-jalan seperti wisatawan
memetik kuncup-kuncup bunga, kurma kuning, sebutir jambu
untuk mataku yang rakus seraya kutanya Ibu,
kapan kita akan panen zaitun?
untuk pulang ke rumah dengan toples-toples besar
penuh berisi kurma dan jeruk limau.
Di musim gugur ini yang bebas
dari kepulangan dan perjalanan
dan kunjungan ke Ibu, hari-hari Sabtu
dan jalan-jalan
dan pohon-pohon Poinciana,
anak-anak dan rumah dan zaitun,
dan sebutir saja buah jambu.
13 September 2024

Heba Al-Agha adalah seorang ibu, penulis, dan pendidik penulisan kreatif di Yayasan A.M. Qattan di Kota Gaza. Ia tidak tergabung dalam serikat penulis dan belum menerbitkan buku, tapi bekerja dengan banyak penulis, melatih mereka dalam kebebasan dan kekuatan menulis. Ia menulis di t.me/hebalaghatalkwar dan https://gazastory.com/archives/author/hebaaga.
Eliza Vitri Handayani adalah penulis, artivis, dan penerjemah.
Julia Choucair Vizoso adalah seorang sarjana independen dan penerjemah musiman. Ia berharap kata-kata Heba Al-Agha menggerakkan pembaca untuk menolak dan melawan genosida Israel-AS terhadap rakyat Palestina dan penghancuran Lebanon, di mana pun dan bagaimana pun kalian bisa.
Puisi ini diterbitkan di zine And Still We Write oleh Publishers for Palestine.