Lahir pada Hari Nakba

Karya Mohammed El-Kurd

Terjemahan bahasa Indonesia oleh Eliza Vitri Handayani

Karya @amal_eldalow dari Gaza, via @flyers_for_falastin

Kejahatanmu menulis ulang otobiografiku

jadi lelucon yang menonjok di perut

Lidahku jadi silet

Mulutku hamil dengan

Petir

Kejahatanmu menyuruhku mendorong

terus,

lihat,

dengar.

Aku lahir pada peringatan Hari Nakba kelima puluh

kepada ibu yang memanen zaitun

dan ara

dan ayat-ayat Quran lainnya,

watteeni wazzaytooni.

Namaku: sebuah bom di kamar putih,

kecurigaan berjalan,

di sebuah bandara,

politik tanpa pilihan.

Aku lahir pada peringatan Hari Nakba kelima puluh.

Di luar kamar rumah sakit:

protes, karet terbakar,

wajah-wajah berkefiyah, dan tubuh-tubuh telanjang,

batu-batu dilempar ke arah tank,

tank yang dicap dengan bendera Amerika,

tanah

berbau gas airmata, langit diubin

peluru karet,

beberapa tubuh tertembak, mati—meninggal

jadi angka di tajuk berita.

Aku

dan saudara perempuanku

lahir.

Kelahiran bertahan lebih lama daripada kematian.

Di Palestina kematian itu tiba-tiba,

instan,

konstan,

terjadi di antara tarikan napas.

Aku terlahir di antara sajak

pada hari peringatan Nakba.

Nyanyian pembebasan di luar kamar rumah sakit

menyuruh ibuku

dorong!

Kembali ke Daftar Isi

Mohammed El-Kurd adalah seorang penyair, penulis, jurnalis, dan organisator Palestina dari Yerusalem, yang merupakan salah satu pendiri gerakan #SaveSheikhJarrah. Ia adalah penulis RIFQA, kumpulan puisi perdana, dan koresponden Palestina untuk The Nation.

Karyanya telah ditampilkan di berbagai media internasional dan ia telah muncul berulang kali sebagai komentator di jaringan TV besar. El-Kurd meraih gelar MFA dalam Penulisan Kreatif dari Brooklyn College (CUNY) dan gelar BFA dalam Penulisan dari Savannah College of Art & Design (SCAD) di Atlanta. Ia menerima banyak anugerah dan penghargaan, termasuk “Truth in Media” dari Arab American Civil Council (2022), serta Cultural Freedom Fellowship dari Lannan Foundation (2023). Saat ini, ia menjadi Civic Media Fellow di Annenberg Innovation Lab di University of Southern California. El-Kurd telah memberikan ceramah dan tampil di seluruh dunia termasuk sebagai pembicara utama dalam Edward Said Memorial Lecture ke-18 di Universitas Princeton.