Kalau Aku Mesti Mati

Karya Refaat Alareer

Terjemahan bahasa Indonesia oleh Eliza Vitri Handayani

Karya @malak.weesam dari Gaza, via @flyers_for_falastin

Kalau aku mesti mati,

kamu mesti hidup

untuk sebarkan ceritaku

untuk jual harta-bendaku

untuk beli sehelai kafan

dan seutas tali,

(yang putih, dan panjang)

supaya seorang anak,

di suatu tempat di Gaza

yang menatap surga

telak di mata

menanti ayah yang

pergi dalam ledakan—

dan tak sempat pamit

kepada siapa pun

tidak darah-dagingnya sendiri

tidak dirinya sendiri—

biar dia lihat layang-layang, layang-layangku

yang kau buat, terbang

tinggi,

dan biar dia membayangkan

walau sekejap saja, malaikat

di dekatnya

menghantarkan kasih kembali kepadanya.

Kalau aku mesti mati,

biarlah membawa harapan

biarlah menjadi cerita.

Kembali ke Daftar Isi

Dr. Refaat Alareer adalah seorang penyair dan profesor sastra bandingan dan penulisan kreatif di Universitas Islam Gaza. Ia juga editor Gaza Writes Back: Short Stories from Young Writers in Gaza, Palestine (2014), antologi 15 penulis muda di Gaza yang mengekspresikan pengalaman mereka hidup di bawah pengepungan dan blokade Israel setelah serangan Israel pada 2008-09 “Operasi Cast Lead.” Dr. Alareer juga penulis Gaza Unsilenced (2015), kumpulan esai, foto, dan puisi yang mendokumentasikan rasa sakit, kehilangan, dan keyakinan warga Palestina di bawah pengepungan Israel. Sebagai salah satu pendiri We Are Not Numbers, Dr Alareer menjadi mentor bagi para penulis muda di Gaza sejak pendirian inisiatif itu pada 2014.