CERITA – PUISI

Genosida dilakukan tidak hanya dengan pembantaian, tapi juga dengan penghapusan ingatan, sejarah, bahasa, dan budaya suatu bangsa atau komunitas.

Maka penting untuk mengangkat, merayakan, dan menyebarkan kisah, puisi, lagu, dan bentuk-bentuk budaya Palestina lainnya untuk terus menegaskan bahwa Palestina bukan hanya penderitaan, bukan hanya korban, bukan tidak ada, melainkan manusia seperti kita yang punya perasaan, impian, cinta, kreativitas, dan kisah hidup, sama seperti semua manusia lain di bumi ini .

DAFTAR ISI

  1. “Semua Tahu Kamu Akan Bangkit” karya Ghassan Zaqtan
  2. “Kalau aku mesti mati” karya Refaat Alareer
  3. “Kalau aku mesti hidup” karya Tala Herzallah
  4. “Tidak Menumpang Lewat” karya Hiba Abu Nada
  5. “Musuh Matahari” karya Samih al-Qasim
  6. “Puisi Bebas di Musim Gugur” karya Heba Al-Agha
  7. “Surat untuk Zena” karya Eman al-Astal
  8. “Lahir pada Hari Nakba” karya Mohammed El Kurd
  9. “Siapa Aku?” karya Aya Adwan
  10. “Persetan Kuliahmu tentang Seni Menulis, Rakyatku Dibantai” karya Noor Hindi
  11. “Dari Buku Harian Anak Hampir 4 Tahun” karya Hanan Mikhail Ashrawi
  12. [tanpa judul] karya Omar Moussa
Semua ilustrasi pada laman ini adalah karya Tiril Valeur (IG: @tiril_valeur)